Skip to main content

Bahagia Berkarya

Bismillahirrahmaanirrahiim.. 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋

Minggu ini adalah minggu yang cukup menegangkan untukku. Karena suami masih opname sejak Jum'at 1 Juli 2022, dan aku masih bolak-balik RS. Alhamdulillah biidznillah, aku bisa menyimak materi ke-9 di kelas Matrikulasi #10 ini. Meskipun telat, tapi setidaknya masih dihari yang sama aku menonton video rekamannya di FBG. 

Tak disangka, misi kali ini menantang sekali. Pantesan grup matrikulasi setelah jam 10 pagi tiba-tiba mbrudul chatnya sampe ratusan, bahkan grup my bestie-pun nular brudulnya 😂 

Sempat pusing juga awalnya, karena dihari Senin 4 Juli 2022 aku harus urus berkas untuk siap-siap bawa suami pulang dari RS. Alhamdulillah punya bestie yang baik semuanya, support dan selalu mendoakanku. Terima kasih bestie, you are the best

***

Jadi dimisi ke-9 ini tuh gak ada materi, tapi justru kami para mahasiswi ditantang untuk merealisasikan rencana karya yang sudah dibuat di misi-8 kemarin. Wow!

Kemarin aku menuliskan misi (bisa dilihat dipostingan ini ya), membuat Jurnal Kegiatan Anak sebagai aktivitas bisa & suka yang kumasukkan dalam kategori Earn, sedangkan desain sebagai aktivitas bisa & suka yang masuk dalam kategori Excellent. Karena jujur, memang aku sudah sering membagikan Jurnal Kegiatan Anak di media sosialku, dan alhamdulillah banyak sekali teman yang merasakan manfaatnya. Banyak yang bilang terinspirasi dari postinganku. Bahkan bukan cuma satu dua orang yang menghubungiku via DM, tapi banyak orang meminta aku untuk mengajarinya membuat Jurnal Kegiatan Anak ini.

Awalnya aku bingung mau menjalankan misi ini seperti apa. Tapi setelah merenung dan tiba-tiba dijapri banyak teman matrikan, aku malah semakin bingung wkwkwk. Pusing buu baru keluar RS terus harus mikirin misi 😂😂😂

Lagi lagi kuucapkan syukur kepada Allah, alhamdulillah biidznillah. Kalau bukan karena Allah sang MahaPenolong, aku gak akan bisa berhasil menjalankan misi ini. Terima kasih yaa Rabb. Kau MahaBaik ❤

Singkat cerita, aku dipertemukan oleh Allah dengan mba Tyas Puji Pertiwi asal Sidoarjo yang juga memiliki hobi mendesain secara digital. Kemudian bertemu juga dengan mba Teti Rahmi asal Jogja yang punya keahlian desain manual. Aah lengkap sekali rasanya, desain manual + digital. MasyaAllah tabarakallah. 

Setelah berdiskusi panjang, kami memutuskan untuk menjalankan misi ini dengan mengadakan 'Parade Desain Untuk Pemula', yang insyaallah beragendakan 3 kulwap dengan kami masing-masing menyampaikan materi, dan masing-masing dari kami saling memoderatori. Wuiiih.. Cukup menantang ya. 

Ini benar-benar pengalaman pertama kami lho.

Saat berdiskusi, kamipun jadi saling mengenal, meskipun baru sedikit dan sebentar kenalnya ya, kurang lama hehehe. Aku yang memang kurang bisa public speaking, akhirnya dipertemukan dengan teman semisi yang juga setipe. Ya, kami semua sama-sama suka desain, tapi kami juga sama-sama tidak pandai public speaking. Makanya kami adakan kulwap yang gak mesti bertatap muka. Karena kalo kami ambil misi live zoom/ig/fb, bisa amburadul semuanya 😂

***

Persiapan cukup panjang dan matang menuju kulwap. Kami memiliki tantangannya masing-masing. Kami juga belajar dari teman-teman yang sudah menjalankan misi kulwap lebih dulu dihari sebelumnya. Tak lupa kamipun berdoa dan saling menyemangati.

Sebelum Parade Design ini berlangsung, kamipun sibuk mempersiapkan materi, membuat flyer, mengatur waktu sharing dan menyusun kata-kata yang akan kami sampaikan. Berikut ini flyer yang sudah kubuat. 

Setelah melakukan persiapan panjang, akhirnya hari H pun tiba. Rangkaian acara dimulai sejak pukul 11:00 WIB. Aku mendapat giliran sharing materi diurutan ke-3 pukul 14:00 WIB.

***

Menjadi Moderator 

Sebelumnya, aku gak pernah terbayang menjadi moderator sebuah acara. Karena memang gak bakat berbicara depan banyak orang. Sebagai seorang yang memiliki kekuatan analyst dan arranger yang terpaksa menantang diri menjadi moderator, sudah pasti aku akan mempersiapkan segala hal secara matang. Meskipun segalanya serba dadakan, tapi aku tak mau menampilkan yang seadanya. Aku mengatur waktu dan teks moderator sebagai acuan ketika berkomunikasi di whatsapp grup nantinya.

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Aku menjadi moderator diacara pertama, yaitu membersamai mba Teti Rahmi yang membahas tentang Basic Fashion Design. Seperti ini ketika aku menjadi bu momod.


  

 
 
Rasanya deg-degan banget. Tapi seru juga ya ternyata hehehe. Alhamdulillah aku berhasil keluar dari zona nyamanku. Aku bisa berinteraksi dengan peserta meskipun hanya lewat live chat whatsapp grup saja. Meskipun ada kendala, ya namanya juga ibu ibu, ketika sedang bertugas ada saja permintaan anak gadisku. Tiba-tiba minta disuapi, minta main bareng, minta dibacakan buku dll. Tapi semua berjalan lancar dan tepat waktu, 44 menit teng acara sudah selesai. Alhamdulillah biidznillah. Semoga kedepannya aku bisa menantang diriku untuk bisa belajar menjadi moderator lagi diacara lain.

Menjadi Pemateri

Yang tak kalah serunya adalah menjadi pemateri. Di sini aku juga ditantang untuk membagikan sesuatu yang membuat aku bahagia. Pengalaman pertama. Biasanya aku cuap-cuap ngobrol dengan teman digrup, eh sekarang jadi pemateri. Dari yang seringnya chat haha hehe, sekarang harus chat dengan bahasa yang agak resmi 😁 

Alhamdulillah Allah mudahkan semuanya. Karena sudah sering dan cukup banyak pengalaman soal desain Jurnal Kegiatan Anak ini (meskipun masih amatiran), jadi aku sudah paham betul seluk beluknya seperti apa. Ketika persiapan menjadi pemateripun sama, aku harus siapkan semuanya dengan detail, meskipun pada kenyataannya aku siapkan materi H-1 wkwkwk. Persiapan dari mulai soal membuat cv, mengatur waktu agar tidak overtime, catat materi, hingga membuat materi berbentuk gambar.

Seperti ini CV-ku.


 
Dan ini materi yang kubuat. Aku hanya menuliskan garis besarnya saja pada gambar, sisanya aku tuliskan di chat ketika materi disampaikan.

       

  



Seperti ini ketika aku menjadi pemateri.

 
 
 
 


Dan ini tutorial yang aku buat khusus untuk Parade Design. Bisa ditonton kalau mau mencobanya di rumah ya.


Jika dirasa videonya terlalu cepat, bisa diatur dengan memperlambat kecepatan video, pada setting-an youtube-nya ya 😅

Bagaimana rasanya menjadi pemateri? MasyaAllah luar biasa. Dari yang deg-degan, tiba-tiba lemes, tangan + badan juga dingin semua. Kebayang gugupnya kalo misalnya beneran jadi pemateri dan harus live, gak tahu tuh akan seperti apa 😆😆
***
Alhamdulillah semua rangkaian acara Parade Desain ini telah selesai. Allah yang mudahkan semuanya sehingga perjalanan belajar menjadi moderator dan pemateri semua terlaksana dengan baik. Saatnya mengeluarkan peserta dalam grup untuk diantarkan pulang ke rumahnya masing-masing.


Pengalaman pertama dalam bahagia berkarya ini akan menjadi pengalaman seru yang gak akan terlupa dalam memori, karena ternyata aku bisa juga keluar dari zona nyamanku. Akupun merasakan sangat bahagia karena bisa berbagi hal yang sudah sering kulakukan. Ternyata benar yang dikatakan banyak orang, dengan berbagi kita akan jauh lebih bahagia, dan hari ini aku merasakannya. MasyaAllah.

Ohya, kalau mau lihat rangkaian acaranya, bisa nonton di sini ya.


Semua yang terjadi hari ini adalah atas rahmat Allah yang berikan kemudahan dalam acara. Terima kasih ya Rabb. 

Juga atas kebaikan + support dari suami dan anakku. Terimakasih sayang ❤ 
Bahkan mereka bangga katanya punya mama yang jadi pemateri. Padahal mah, pemateri ala ala kan ya, suka lebay emang wkwkwk. Apalagi anakku, ketika aku mengisi acara, dia tidur sendiri setelah suami bacakan buku. MasyaAllah. Lalu ketika dia bangun, dia bilang "Mama udah selesai pelatihannya? Aku kan kepingin lihat mama ngomong sama temen mama". Rupanya salah tangkap dia, dia mengira aku live zoom dan melatih orang, padahal cuma sharing, maklum dia baru 3 tahun wkwkwk.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.
Puji syukur yang selalu kuucapkan.

Tak lupa, ku berterima kasih kepada Institut Ibu Profesional yang sudah membuat misi yang begitu menantang setiap minggunya. Kalo bukan karena ada di komunitas ini, kayaknya aku gak akan berani ambil peran seperti ini. 

Ohya, terima kasih juga kepada 62 peserta dalam kelas Parade Desain yang datang dari teman-teman di WAG 3 Matrikulasi, teman sekolahku dulu, teman di sosmedku, dan juga temanku yang ada di komunitas Homeschooling Keluarga Peradaban, yang telah bersedia ikut rangkaian kulwap kami. Semoga sharing yang kami sajikan bisa membawa manfaat bagi peserta, dan bisa diambil sisi baiknya.

Selanjutnya, apakah sudah siap menuju misi berikutnya? 
Jadi mikir, minggu depan misinya apa ya kira-kira? 
Duh jadi deg-degan lagi nih, misi terakhir lho.

Semoga tetap on track hingga petualangan berakhir yaa.
Masih ada 1 misi lagi yang harus dijalani. 

Semangaaaaattt !!!

===============

Foto & desain: @sayyidah_shofie 

#Zona4 #Misi9 #BahagiaBerkarya #SiapBerkarya #PenjelajahanSamuderaAmarta #Matrikulasi10 #InstitutIbuProfesional #IbuProfesionalForIndonesia #ip4id2022 #womenincooLABoration

#journalmsy #terassayyi

Comments

Popular posts from this blog

Bersiap Menjadi Change Maker

  Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋 Minggu yang (masih) menguras tenaga juga emosi. Dua pekan lalu, suamiku rawat inap dan alhamdulillah aku mendapatkan dispensasi untuk mengumpulkan tugas. Minggu ini adalah minggu yang cukup berat dan tak pernah aku bayangkan. Rabu 13 Juli 2022 aku sudah bersiap mengerjakan misi ke 10 ini, misi terakhir di kelas Matrikulasi. Sudah intip-intip FB Grup dan mengira-ngira aku mau mengerjakan tugas seperti apa. Ya, manusia hanya bisa membuat rencana, tapi Allah adalah Perencana Terbaik.   Kullu nafsin dzaaiqotul maut , t iap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Qadarullah Kamis 14 Juli 2022 ba'da subuh bapak mertuaku meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi roji'un. Hati memang masih dalam keadaan duka. Raga masih sangat lelah menjalani hidup di 2 pekan terakhir ini. Bedanya minggu lalu aku sudah mengajukan izin dispensasi tapi di minggu ini, aku lupa untuk mengabari Baruna, fasilitator grup Matrik...

Penantian

  Bismillah.. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 👋 Kali ini saya mau bercerita tentang satu hal. Saya sedang menunggu waktu untuk belajar. Hhmmm.. belajar apa ya kira-kira? Ada yang bisa nebak? 😁 Jadi, setelah penantian beberapa bulan terakhir, akhirnya kini yang ditunggu ada di depan mata.  Matrikulasi. Yap, matrikulasi di Institut Ibu Profesional (IIP).  Matrikulasi adalah tahapan awal dari pembelajaran yang akan saya ambil untuk mengarungi penjelajahan bersama perempuan-perempuan hebat di IIP.  Setelah 3 tahun yang lalu kepingin banget ikut Ibu Profesional (IP), alhamdulillah Allah izinkan untuk bergabung di tahun 2021. *** Kalo ngomongin pengalaman menjadi member, sebenarnya masih kurang banget pengalaman ya di IP ini. Tapi setelah ikut kelas Foundation 11, saya merasakan banyak keseruan dalam belajar. Awalnya saya kepingin ambil dua komponen dalam satu waktu. Tapi setelah dipikir-pikir, kayaknya saya masih butuh waktu untuk penyesuaian diri dulu di si...

Makna Ibu Profesional

Bismillah.. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh  👋 Cuaca di Bogor sedang mendung saat ini, tapi masih tetap enak kok untuk kita ngobrol-ngobrol di teras rumah. Tak lama hujanpun mulai turun. Sambil menyeruput kopi dingin yang menemaniku untuk merenung, ditambah anakku masih bobo. Uuuhhh sungguh nikmat rasanya. Kali ini aku jadi membayangkan tulisan-tulisan yang sudah kubuat kemarin-kemarin. Utamanya soal mengawali belajar di Matrikulasi ini. Gak disangka, semakin hari materi pembelajaran di sini semakin dalam dan mengerucut. Tapi itu tak menyurutkan semangatku untuk tetap belajar. Kemarin, mba Rusna Meswari atau yang sering disapa mba Una ini, ngobrol-ngobrol soal Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga.  Menurut mba Una,  Ibu profesional adalah ibu yang mau bersungguh-sungguh menjalankan perannya bukan hanya saat diberikan peran saja, tapi saat sejak sebelum dan sesudah peran itu disandang. Ibu profesional juga merupakan perempuan yang bangga dengan perannya sebagai...